SEJARAH GITAR

Pertama-tama: Dari Babilonia hingga Senar Enam
 
Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.
 
Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.
 
Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima.
 
Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.
Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.
Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.
Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.
Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.
Masuknya Gitar di Indonesia
Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17.
Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong.
Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :
1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.
Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air.
Gitar Elektrik
Di zaman modern, orang mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkanya berbeda dengan bunyi gitar klasik.Gitar listrik pertama kali dibuat pada 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar Spanyol tradisional.
Setelah itu, perkembangannya terus berlanjut. Ide yang mempercepat perkembangannya diawali dari sering diadakannya konser-konser dengan jumlah penonton yang banyak; sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak-teriak riuh.
Produsen gitar bermunculan di mana-mana. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Selain itu, media-media juga mempublikasikan pemain-pemain gitar hebat melalui mejalah bergengsi seperti Guitar Player. Kini, komponen-komponen pada gitar listrik, seperti bridge/tremolo, pick-up, juga senar, bahkan diproduksi terpisah dari produser gitar.
Ada pula hal-hal yang nyentrik dalam perkembangan gitar seperti gitar bersenar tujuh yang dipopulerkan oleh Steve Vai di tahun 1989. Ide ini datang saat ia bergabung dengan David Lee Roth Band pada tahun 1985, menggarap album Crazy from the Heat. Ia memutuskan demikian karena sang bassis, Billy Sheehan, sering menyetel bassnya dengan formasi lain bernama Drop D Tuning (dari atas ke bawah: D-A-D-G, umumnya E-A-D-G). Bekerjasama dengan Ibanez tahun 1987, akhirnya lahirlah gitar pertama bersenar tujuh, dengan dawai teratas, alias ketujuh, bernada B. Gitar ini dinamakan The Universe-7 String. Vai juga memiliki gitar dengan neck yang berlawanan (menghadap ke kiri dan kanan), untuk membuktikan kemampuannya bermain kidal.
Sementara itu, Eddie van Halen, menjadi pelopor dalam penggunaan whammy bar up-down yang kemudian dikenal sebagai Floyd Rose tremolo/bridge. Inovasi ini lengkap dengan pengunci senar pada bagian nut gitar. Sistem ini dikenal sebagai locking nut tremolo system.
Eddie mengembangkan sistem tremolo yang sudah ada sebelumnya. Yaitu tremolo yang hanya bisa ditekan down atau turun (menghasilkan nada yang lebih rendah). Sistem lama ini dikembangkan oleh pabrik Fender dan terpasang sebagai perlengkapan standar pada model Stratocaster. Inovasi ini terpikir olehnya pada sekitar tahun 1976. Saat itu para gitaris hebat seperti Ritchie Blackmore dan Jimmy Page sering mengalami masalah pada tuning gitar mereka. Karena mereka sering mem-bending senar terlalu banyak untuk menghasilkan suara yang 1½ nada lebih tinggi. Akibatnya senar jadi kendor dan tentunya nadanya juga jadi fals. Dengan locking nut tremolo system, senar dikunci di bagian nut gitar agar tidak bergeser ketegangannya.
Sedikit tambahan, pada tahun 1991 juga pernah dibuat gitar yang paling besar di Amerika Serikat, tepatnya di Indiana. Bayangkan, panjangnya sampai11 meter, hampir sama panjang dengan dua buah mobil limosin! Gitar ini membutuhkan 6 orang untuk memainkannya.
Gitar adalah alat musik petik yang terbuat dari kayu dengan beberapa bagian dari logam / Metal dan terdapat 6 tali / senar untuk dimainkan. Bagian atas dan bawah dari badan gitar berbentuk angka 8. 6 senar terikat pada Pegsatau pemutar senar yang ditarik sepanjang badan gitar. Pegs / pemutar senar digunakan untuk Tuning. Instrumen ini sangat dikenal. Hanya dengan memetik senarnya, orang orang langsung bergabung bersama. Pada sebuah pesta anda bisa bermain gitar untuk bernyanyi dan berdansa. Disaat sendiri suara yang dihasilkan bagai sebuah Orchestrakecil.

Suara gitar mempunyai sifat romantis. Oleh karenanya, lagu “Romansa” paling cocok bila dibawakan dengan gitar. Selain gitar-gitar tradisional, maka ada beberapa jenis gitar lainnya. Misalnya gitar Hawaiian yang menggunakan sistim slide; kemudian ada gitar yang menggunakan dawai nylon (gitar klasik dan gitar folk), serta ada pula yang menggunakan dawai logam (steel guitar).

KeasKeaslian gitar tidak dapat dilihat dari keantikannya. Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika, dimana banyak Replika modern    dalam  bentuk  kotak bulat

seperti kulit kerang dengan Gut / benang benang sutera, di banyak daerah benua itu. Ahli lain menemukan alat ini dalam bentuk kaca di relief relief batu tua di zaman Asia Tengahdan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga timbul dengan ditemukannya vas vas Yunani Kunoyang bercorak. Greek Stringsmungkin adalah alat pertama yang dikatagorikan sebagai gitar. Gitar modern kemungkinan berakar dari gitar  Spanyol,  tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen yang kita bisa saksikan dilukisan lukisan pada zaman Medieval dan Renaiassance yang banyak terdapat diseluruh Eropa. Berikut ini adalah tempat tempat bersejarah ditemukannya gitar dari zaman Medievalsampai abad ke-20, berdasarkan sejarah  dan perkembangannya.

1265                      Juan Gildari Zamora menyatakan sejarah awal gitar dimulai dari “Ars Musica”.

1283 –1350            Guitarra Latina dan Guitar Morescaterdapat pada puisi “Archpriest of  Hita”.

1306                      Seorang pemain gitar bermain pada sebuah tempat religius (The Feast of Westminister) di negara Inggris.

1487                      Johannes Tinctorisberpendapat bahwa instrumen gitar       ditemukan oleh bangsa Catalans.

1546                      Alonso Mudarramenciptakan komposisi “Tres Libros de Musica en Cifras Para Vihuela”yang melibatkan gitar didalamnya.

1551 – 1555           Sembilan buku tablatur gitar diterbitkan oleh Adrian Le Roy.

1600 – 1650           Berbagai jenis tablatur untuk gitar dipublikasikan. Popularitasnya  mulai menyaingi Lute (sejenis instrumen gitar juga).

1674                    Buku “Guitarre Royal”yang diterbitkan oleh F. Corbettayang menaikkan popularitas dari gitar. Buku ini didedikasikan kepada Raja Louis XIV.

1770 – 1800           Senar ke 6 ditambahkan pada gitar dan semuanya menjadi Single String.

1800 – 1850           Gitar mengalami puncak kepopulerannya dalam hal penampilan dan publikasi. Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassidan Dioniso Aguadoadalah para komposer terkenal yang menulis, mengajarkan dan menerbitkan komposisi mereka.

1850 – 1892           Seorang produsen gitar Manual Torresmengembangkan generasi yang kita ketahui sekarang ini.

1916                      Segovia mengadakan konser di Ateneo, yang merupakan gedung konser yang paling terkenal di Madridpada saat itu. Sebelumnya instrumen gitar dikenal belum bisa ditampilkan pada even sebesar ini.

Perkembangan gitar di Timur dalam kuno

Dipercayakan bahwa sejarah gitar berasal dari belahan Timur Dalam. Disana para archeolog menemukan instrumen dan benda benda yang bersangkutan dengannya sebagai patokan dalam dunia asalnya gitar yang belum begitu dikenal. Diantara benda benda bersejarah yang ditemukan di Babylonia, yang paling relevan adalah Plaquesyang terbuat dari tanah liat (1900-1800 B.C.), dimana diperlihatkan sosok sosok bugil yang sedang bermain instrumen instrumen musik. Beberapa dari instrumen instrumen itu mempunyai persamaan umum yang mirip dengan gitar. Analisa lebih lanjut membuktikan bahwa ada perbedaan antara body dan neckgitar. Bagian belakang dari gitar itu sangat datar; dimana bagian belakang gitar tersebut menempel pada dada seorang pastur. Ini cukup membuktikan bahwa tidak ada kemungkinan instrumen tersebut berbentuk Bowl-Shaped/ mangkuk. Sangat jelas terlihat bahwa tangan kanan sedang memetik senar / tali tali. Sayangnya jumlah senar senar tersebut tidak terlihat jelas.

Tetapi di Plaques lainnya terdapat sedikitnya ada 2 senar. Bukti bukti dari instrumen instrumen yang menyerupai gitar telah terlihat; Syria, Susa (sebuah kota kuno di Utara Teluk Persia : ibukota dari kerajaan Persia).

II. Mesir dan Romawi

Pada awalnya, satu satunya instrumen musik yang bersenar di Mesir adalah Harpayang berbentuk busur / Bow-Shaped. Beberapa lama kemudian, instrumen yang mempunyai leher yang ditandai dengan Frets, dan mungkin terbuat dari benang benang sutera / Gutyang digantungkan dileher. Pada akhirnya beberapa bagian dan karakteristik yang akan menjadi sebuah instrumen yang berhubungan dengan gitar dan juga semua instrumen instrumen bersenar yang mempunyai leher, dengan metode memetik dan menundukan kepala. Perkembangan selanjutnya membuat instrumen ini lebih menyamai bentuk gitar.

Instrumen instrumen dari zaman Romawi (30 B.C – 40 A.D) semuanya terbuat dari kayu yang sebelumnya terbuat dari kulit kambing. Instrumen ini memiliki 5 bagian lubang suara yang kecil. Ciri ciri ini berlaku sampai abad 16. Sebuah instrumen ditemukan dikuburan Coptic di Mesir, dimana diperlihatkan bentuk dasar gitar, terdapat lekukan lekukan yang cukup dalam pada kurva kurva disampingnya dengan bagian belakang yang sangat mendatar. Permukaan depan dan belakangnya disatukan oleh potongan potongan kayu yang membentuk bagian samping instrumen ini. Ciri khas ini dapat ditemukan sampai sekarang.

III. Pertengahan Abad di Eropa

Instrumen pertama eropa yang bersenar dimulai pada abad 3 A.D. Analisa dari abad ke 3 membuktikan bahwa instrumen ini mempunyai kotak suara yang bulat menyambung ke leher yang lebar. Instrumen tipe ini berlanjut digunakan sampai masa yang lama. Ada juga deskripsi instrumen lainnya bermula di Zaman Dinasti Carolingianyang mungkin berasal dari Perancis atau Jerman.

Instrumen dari Carolingianini berbentuk persegi empat, kira kira mempunyai panjang yang sama dengan lehernya, ujung lehernya sedikit melebar dan mempunyai pengikat senar senar yang kecil / Small Pegs. Dalam ilustrasi lainnya, instrumen instrumen ini mempunyai 4 Pegsdan 5 Pegsdiinstrumen lainnya. Jumlah senar senar ini bersamaan dan dipetik dengan 2 cara : Dengan jari atau menggunakan Plectrum/ alat pemetik senar. Instrumen Carolingianini tidak berubah sampai abad 14.

Guitarra Latina dan Guitarra Moresca

Ada perbedaan antara Guitarra Latina dan Guitarra Morisca. kata Morisca dibawa oleh orang orang keturunan Arab. kotak suaranya berbentuk oval dan mempunyai banyak lubang suara. Pada waktu perjalanannya melewati mesir, sebagian besar orang dari Afrika dan Spanyol menyebarkan ciri ciri utama dari desain gitar ini kepada pembuat instrumen instrumen di Eropa Barat. Kemungkinan yang sama adalah bahwa gitar Spanyol yang pertama adalah buatan Eropa. Hanya yang pasti yaitu pengaruh Arab di Spanyol merupakan awal dari munculnya gitar.

The Guitarra Latina mempunyai sisi yang melengkung, yang diperkirakan datang ke Spanyol dari beberapa negara di Eropa. Bentuk tersebut adalah tipe yang dikembangkan menjadi gitar modern.

Pencapaian kesuksesan gitar ada hubungannya dengan sifat sifat para pengembara suku Troubadours. Dalam perjalanan gitar menuju Catalonia melewati Spanyol melalui suku Troubadours. Suku Troubadours dibagian Eropa mengadakan wisata dan pertunjukan, serta memperkaya kebudayaan musik secara luas dan memberikan pengaruh besar dalam menyebarluaskan gitar di benua ini.

IV. Abad ke-16

Sampai pada abad pertengahan informasi informasi yang penting mengenai gitar dan silsilahnya telah dilukiskan dalam angka angka dan gambar pada relief relief. Itu menjadi sebuah keyakinan atas fakta yang tidak langsung dan tidak dapat dihindarkan. Dimulai pada abad ke 16, bentuk instrumen instrumen yang ada sekarang ini merupakan fakta fakta langsung. Gitar gitar pada abad 16 didistribusikan sebagai The Vihuela dari zaman Luis Milan, Rizzio Guitar dari Perancis dan Guitarra Battente dari Italia.

The Vihuela

The Vihuela berasal dari Spanyol, dimana instrumen ini merupakan 4 Vihuela kecil yang disatukan dan bersenar 5 Guitarra. Pada waktu yang sama munculah alat baru yaitu Lute. Instrumen yang digemari oleh kaum bangsawan dihampir seluruh daratan Eropa. Spanyol adalah pengecualian khusus. Lute juga telah menjadi satu dengan orang orang keturunan Arab yang menentukan aturan aturan main sendiri. Karena demikian kaum bangsawan merasa terhina karena instrumen tersebut juga digunakan oleh bangsa pendatang. Kemudian kaum bangsawan mempopulerkan Guitarra dengan 4 senar yang sama / Double-Strings. Seiring dengan perkembangannya, gitar dengan 4 senar itu diperbesar dan diberikan 6 senar yang sama  / Double-Strings. Aturan permainannya sama dan dengan pengecualian dari senar ke tiganya, yang tone-nya turun setengah. Salah satu pemain Vihuela yang terkenal adalah Luis Milan, lahir pada tahun 1500.

Pada tahun 1535 Luis Milanmenerbitkan sebuah buku yang berjudul Libro de Musica de Vihuela de Mano Intitulalo “El Maestro”. Buku ini merupakan karya yang terpenting bagi Milan. Data terakhir Vihuela tahun 1700 yang mewakili akhirnya perkembangan pentas instrumen. Instrumen ini terbuat dari ukiran logam, Vihuela memiliki lengkungan sepanjang sisi yang dalam dan lubang suaranya berbentuk oval. Kepopularitasan instrumen ini adalah bukti dari kuantitas musik yang masih ada. Tertulis dalam tablatur instrumen ini, setiap baris mewakili senar dan pada tablatur Spanyol dan Italia, senar teratas mewakili senar yang paling dalam. Sementara di Inggris dan Perancis senar senar Vihuelanya pada tablatur, nilai not-nya menunjukan bermacam macam tipe not dan berada dibaris paling atas. Macam macam not ini mirip dengan not yang ada saat ini.

Pertama kali dipublikasikan karya tablatur Vihuela Spanyol oleh Luis de Milantahun 1535, Luis de Narvaeztahun 1538, Alonso de Mudarratahun 1546. Koleksi Tablatur ini terdiri dari komposisi instrumen terbaik pada zaman Renaissance pada abad 16, yaitu masa keemasan bagi musik Vihuela Spanyol.

Gitar 4 Senar

Gitar 4 senar asalnya dari Mesir, salah satunya datang dari eropa dan mengalami banyak perubahan bentuk serta bervariasi; bersenar 3, 4 dan 5 senar. Gitar bersenar ini paling populer sampai akhir abad pertengahan.

Gitar 4 senar di Italia mempunyai nada G, C, E, A. Dan berbeda di Spanyol notasi nadanya adalah G, D, F#, B.

Gitar 5 Senar

Dipertengahan Zaman, eksistensi gitar bersenar 3, 4, dan 5 secara bersamaan mulai terlihat. Pada abad 15, instrumen dengan senar 4 double-strings melejit popularitasnya. Gitar 5 senar double-strings yang pertama ditemukan pada sebuah ukiran di Italia. Sebutan dan jenis dari gitar 5 senar ini adalah Guitarra Battente yang mempunyai ciri khas bagian belakangnya melengkung keluar.

Tuning untuk instrumen ini adalah A, D, G, B, E.

 

V. Abad ke-17

Raja Louis XIV dari Perancis dapat memainkan gitar dan mengakuinya gitar sebagai instrumen favoritnya. Guru beliau adalah salah satu pemain gitar Perancis yang terkenal; Robert de Visee (1650-1725). Jean Baptise Lully adalah seorang komposer yang terkenal pada saat itu. Dia memainkan gitar dan mengkomposisikan musik untuk instrumen tersebut.

Nama nama dari pemain gitar dalam masa Baroque di Perancis telah tercatat dalam sejarah, contohnya Rene Voboam yang mewakili puncak pembuatan instrumen Perancis di abad 17. Dia membuat gitar pada tahun 1641 yang memperlihatkan pembuatan instrumen gitar yang lebih beronamen. Alexandre Voboam dan anaknya Jean juga membuat gitar yang bernuansa abad ke-17.

VI. Pengaruh di Jerman

Di Eropa Utara tepatnya di Jerman, instrumen gitar mencapai puncak popularitasnya; Heinrich Schutz (1585-1672), Samuel Scheidt(1587-1654) dan Johann Hermann Schein(1586-1630). Contoh dari sebuah gitar pertama Jerman yang masih eksis sampai hari ini dibuat oleh Jacobus Stadlerpada tahun 1624. Ia mempunyai lengkungan yang khas dan bagian belakangnya polos dan juga memperlihatkan pengaruh besar desain Itali. Sebuah gitar abad 17 yang dibuat oleh seorang pendeta, John dari Apsom mempunyai desain yang sangat berbeda dari gitar lainnya. Bagian belakang gitar ini dihiasi dengan gambar gambar “Crucifixion”.

Pembuat gitar eropa yang paling menonjol adalah Joachim Tielke dari Hamburg (1641-1719). Gitar buatannya dihiasi oleh bahan bahan ivory, tortoise shell, ebony, gold dan silver, mother-of-pearl, jarcanda wood. Hasil karyanya selalu mempunyai kualitas tertinggi dan konsisten. Bagian sampingnya terdapat hasil karyanya yang terbuat dari ivory dengan ukiran gambar Genesis.

VII. Pengaruh di Eropa Timur

Di Cekoslovakia, Czech ‘Luthier’mencoba untuk beradaptasi dengan gitar tipe Battente. Selain adanya 5 double-strings seperti gitar Battenteyang asli, gitar Czechada tambahan satu single-string yang digunakan untuk memainkan ‘Melodic Line’. Gitar gitar yang dibuat oleh Andrees Ott, seorang pakar pembuat instrumen dari Prague memperlihatkan pengaruh dari Italia.

Sejarah gitar Polandia diwakili oleh Jakob Kremberg, penyair, penyanyi, dan komposer dari Warsaw. Pentingnya hasil karya Krembergjuga memberikan kita informasi yang penting mengenai tuning instrumen gitar, adalah 1 tone lebih rendah daripada tuning dari instrumen instrumen masa kini.

VIII. Spanyol dan Portugal

Salah satu gitaris yang prominent pada waktu itu adalah Francisco Corbera. Ia mendedikasikan hasil karyanya yang bernama Guitarra y sus differencias de sonos untuk Philip IV, raja Spanyol dari tahun 1621 sampai 1665. Tetapi gitaris Perancis yang paling menonjol di abad 17 adalah Gasper Sanz.

Sanz mempelajari gitar di Italia dan juga organ dan sejarah musik. Dia menjadi organisator di King’s Chaples di Naples. Pada saat dia kembali ke Spanyol, dia menerbitkan 3 buku musik mengenai gitar di tahun 1674, 1675 dan 1697. Buku buku ini memuat ajaran ajarannya yang ekstensif dalam improvisasi dan performa, dengan menggunakan 2 metode main : Strumming dan Plucking. Dia percaya tehnik Strumming sangat cocok untuk musik dansa. Tuning yang digunakan adalah A, D, G, B, E.

IX. Pengaruh di Italia

Faktor utama yang mempopulerkan gitar di Italia dan yang memperkaya literatur gitar adalah diperkenalkannya gaya petik gitar dari Spanyol. Karena itu gitar Di Italia juga dikenal sebagai Chitaria Spagnuola. Gaya petik diwariskan dari tehnik Vihuela yang diadaptasikan oleh orang orang Spanyol untuk gitar mereka. Chitaria Spagnuola adalah tehnik umum pada abad 17 dan pemakaian “Spanish Guitar” berlanjut sampai hari ini sebagai lanjutan pemakaiannya dari abad 17.

Dua tehnik permainan gitar ini sangat berbeda pada tehnik Strumming dan Plucking dan eksis bersamaan di Italia pada abad 17. Tehnik petik ini diekspresikan dalam bentuk notasi tablatur. Strumming of Chords didedikasikan oleh notasi spesial yang dikembangkan oleh komposer komposer Italia dari abad 16 dan abad 17.

X. Abad ke-18

Pada abad 18, kenaikan jumlah gitaris sama dengan jumlah komposer. Adapun beberapa komposer yang terkenal pada saat itu antara lain; Johann Arnold (1773-1806), Friedrich Baumbach (1753-1813), dan Johann ChristianFranz (1762-1814). Aspek terpenting dalam musik gitar di Jerman pada abad ini menggunakan instrumen gitar dalam variasi kombinasi “ensemble”. Contohnya; gitar dan Flute, gitar dan bass, gitar, biola dan bass.

Pemain pemain dan komposer komposer abad 18

Salah satu komposernya adalah Trille Labarre, dia mengarang komposisi untuk gitar solo, gitar dan biola, gitar dan nyanyian. Komposer lainnya adalah; Antonie Lemoine (1763-1877) seorang “Virtuoso”terkenal yang mengkomposisikan dan memainkan dengan biola. B. Vidal berperan berperan sebagai pemain, guru dan komposer. Dia menulis Nouvelle Methode.

Gitar bersenar 6

Gitar bersenar 6 merupakan inovasi yang berasal dari abad ke-18. Gitar tersebut berasal dari Italia dan sangat digemari serta sangat populer. Alasan alasanya adalah;

1. Guitarra Battente dari Italia, yang muncul di akhir abad 17 dan di awal abad 18, mengalami perubahan menjadi 6 senar. Dimana setiap senarnya terdapat 2 senar (double-strings).

2. Tahun 1732, J.B.F.K Majer menciptakan tunning pada gitar bersenar 6.

3. Gitar bersenar 6 yang berasal dari Jerman, dibuat oleh Otto, dibuat berdasarkan metode Italia.

XI. Abad ke-19

Pada awal pertengahan abad 19, minat baru untuk instrumen ini dipusatkan di kota Vienna. Kota Vienna sendiri menjadi pusat alat musik dan para musisi dari seluruh eropa. Pertujukan pertunjukan musisi tersebut memberi dorongan awal yang mana gitar menjadi suatu alat instrumen yang serius. Seperti Mauro Giuliani (1780-1840) yang menginisiatifkan trend tour gitar untuk para gitaris. Kemudian Fernando Sor gitaris asal Spanyol yang terkenal di era Romantic Spanyol dan satu satunya serta gitaris pertama yang diundang oleh London Pihlharmonic Society.

XII. Abad ke-20

Adalah abad dimana kita menjadi saksi terhadap perkembangan gitar yang tak terduga drastis sebagai instrumen artistik untuk berekspresi. Juga sebagai satu satunya abad yang menyambut gitar dipanggung konser. Ada 2 alasan dasar kepopularitasan gitar;

1. Diakari oleh fenomena yang terdapat di abad 20. Perkembangan teknologi revolusioner dan perkembangan komunikasi media massa dan transportasi yang lebih cepat serta efisien adalah aspek aspeknya terlihat. Radio, TV, industri rekaman, satelit komunikasi, transportasi jet telah membantu memperlihatkan instrumen ini secara global. Musisi dapat mengadakan konser diseluruh dunia dalam waktu yang singkat. Mereka bisa mencapai penonton penonton yang jumlahnya besar, bukan hanya penonton dipanggung konser tetapi juga penonton dirumah untuk menyaksikan lewat televisi, mendengarkannya lewat radio dan melalui rekaman rekaman (piringan hitam, kaset dan CD), juga melalui internet. Para komposer, pemain atau pendengar, menciptakan banyak kesempatan untuk membangkitakan minat bermain gitar.

2. Walaupun tidak sedramatis sebelumnya bukan berarti tidak signifikan. Ini adalah perluasan, konsekuen alami dari perkembangannya yang telah terjadi diabad abad sebelumnya. Abad 19 diingat sebagai abad dimana Francisco Tarrega (1852-1909) membawa teknik gitar pada sebuah titik seni  yang murni, yang telah siap menyambut kedatangan teknik modern. Para pembuat gitar yang terkenal seperti Luthier Antonio Torres (1817-1892) mengembangkan sebuah instrumen dengan sedikit variasi yang sampai hari ini mampu diakui sebagai gitar. Even even yang penting ini telah merealisasikan pentingnya peranan gitar diabad 20.

B. Jenis Gitar

Kegunaan amplifier pada gitar belum dipakai pada zaman ini. Amplifikasi mulai diperkenalkan pada gitar “Dobro”/ gitar Resonatoryang dimulai oleh Dopyera brothers, imigran Slovakiadi Amerika. Mereka menemukan inovasi pada gitar apabila bahan gitar dibuat dari bahan metal dan ditambahkan lempengan logam (Pie Plate)dengan ketebalan tertentu maka akan meningkatkan resonansi suara yang 2 kali lebih besar dan 2 kali lebih keras suaranya. Jenis gitar ini diproduksi untuk dimainkan dengan musik orchestra dan menjadi sangat populer pada tahun 1920-an dan 1930-an dikalangan musisi Bluesdan Jazz.

Kemudian pada saat perang dunia ke-2 bahan dasar gitar “Dobro”diganti menjadi kayu, untuk menggantikan bahan logam yang sangat mahal harganya, hanya resonatornya saja yang masih menggunakan bahan metal.

Seiring dengan perkembangannya, gitar terus    mengalami banyak inovasi sesuai dengan tuntutan penggunaannya. Akan tetapi musisi Country, Blues, dan Jazzmulai menciptakan berbagai jenis Tonedan Sound yang dapat dihasilkan oleh gitar dari tehnik seperti Bend, Sustain dan lain lain.

Variasi dari sound tersebut juga mendorong perkembangan dari musik Rock and Rollyang timbul di tahun 1950-an. Les Pauladalah orang pertama yang bereksperimen dengan sound gitar elektrik pada sekitar tahun 1940. Gitar elektrik pertama adalah berupa hollow-body/ gitar kopong, kadang berupa 2 buah lubang suara berbentuk huruf S-Shapedpada bagian depan badan gitar. Pada tahun 1947 Paul Bigsbybekerja sama dengan Merle Travismendesain solid-body gitar seperti gitar elektrik yang kita kenal sekarang. Leo Fenderseorang reparasi radio adalah orang pertama yang sukses memproduksi secara masal gitar jenis ini. Sehingga terjadi persaingan antara gitar Fenderdengan gitar Gibson buatan Les Paulsampai saat ini. Ada dua jenis gitar yang biasa kita ketahui antara lain :

The Pick Guitar dan The Finger-Style Guitar.

I. The Pick Guitar

The Pick guitardimainkan dengan memetik senar dengan sebuah pick, dimana pickini bentuknya bulat pipih seperti buah Almond yang terbuat dari tempurung penyu atau plastik.

Perbedaan gitar jenis ini                   adalah terdapat 2 buah lubang suara yang berbentuk S-Shapedpada badan bagian depan gitar. Senarnya terbuat dari kawat dan tersambung pada Tailpiece / ujung pengikat senar. Fingerboard / leher gitar berdekatan dan ditandai dengan garis besi / namanya Frets. Fretsmerupakan tempat dimana jari tangan sebelah kiri menekan senar. Gunanya untuk mempermudah bagi pemain untuk mencari not not dan bermain dengan irama.

Sejak pertengahan dekade 30-an, Pick Guitartelah dibuat / diubah menjadi  Electric Guitardengan memasang Contact Microphonedibawah senar atau Pickups.Kemudian Pickupitu disambungkan dengan Loudspeaker. The Pick Guitardan Electric Guitaryang paling sering digunakan dalam musik Jazz, band banddansa dan grup Rock.

Pada umumnya, gitar mempunyai jumlah dawai 6; lalu muncul gitar dengan 12 dawai yang lebih lazim digunakan dalam kancah musik country. Pada dekade 50-an, muncul gitar dengan dua neck (fretboard); yang satu berdawai 6 dan satunya berdawai 12 (seperti yang sering digunakan oleh John McLaughlin). Kemudian muncul pula gitar berdawai 7 (seperti yang biasa dipakai oleh Bucky Pizzarelli), bahkan muncul pula gitar berdawai 10. Elektrik gitar lalu berkembang; Solid-Body(seperti yang sudah dijelaskan diatas tanpa bunyi resonansi, hingga benar-benar suara elektrik)  jenis gitar hollow-body dan semi-hollowed. Jenis elektrik gitar seperti itu lazim digunakan dalam kancah musik rock / pop. Jenis elektrik gitar tersebut pun berlanjut dengan penggunaan aneka macam sound effect.

Bagian dari Electric Guitar

Gitar adalah unsur terpenting dalam sebuah band. Gitar yang kita kenal di zaman sekarang ini mempunyai jenis dan bentuk yang beraneka ragam. Tetapi yang akan kita bahas kali ini adalah inti dari bagian-bagian guitar.

II. The Finger-Style Guitar

The Finger-Style Guitardimainkan dengan memetik senar dengan jari jari. Senar senarnya terbuat dari Nylon, Sutera dan kawat. Gitar ini mempunyai satu lingkaran lubang suara. The Fingerboardmempunyai Frets seperti Pick Guitartetapi lebih lebar. Banyak karya dari para maestro klasik, diantaranya Bachdan Chopin, telah diaransemen untuk gitar. Gitar, baik yang The Finger-Style Guitarataupun The Pick Guitar, kerapkali menjadi favorit bagi penyanyi lagu lagu daerah. Sebuah bentuk musik gitar yang popular tapi sulit adalah Flamenco, tarian Gypsy Spanyol.

C. Bagaimana cara gitar dimainkan ?

Cara memegang gitar yang baik bagi pemula dapat diuraikan sebagai berikut;

1. Letakan gitar pada pangkal paha. Pegang gitar diantara jempol dan           telunjuk tangan kiri.

2. Tangan kanan diletakkan secara melingkar pada badan gitar, membawa jari jari dekat ke senar. Tekan senar gitar pada papan pijit-leher gitar / FingerBoardsesuai dengan  nada yang akan dibunyikan.

3. Senar senar dari Jenis The Finger-style  Guitardipetik oleh jempol dan 3 jari yang pertama, saat mengiringi lagu lagu jari telunjuk baik sendirian atau beserta jempol digunakan untuk memetik mundur dan maju sepanjang satu waktu, dengan ujung Pick. Pemetikan dapat dilakukan baik dengan gerakan naik atau turun.

4.       Latihlah kemampuan                   jari jari tangan                                                          kita untuk menekan senar                                        (sesuai  dengan   nada yang diinginkan) sehingga nada yang dihasilkan terdengar sempurna.

Nama nama dari senar senar dimulai dari yang paling tebal (terendah dalam tangga nada) dan menuju ke yang paling tipis (tertinggi dalam tangga nada) yakni E, A, D, G, B, E.

Pada permainan gitar kita mengenal tiga buah nada atau lebih yang dibunyikan secara bersamaan, yaitu Akor.Yang biasa dikenal dengan Grif. Biasanya Akordigunakan untuk mengiringi lagu atau melodi. Setiap Akor mempunyai bentuk dan corak yang berbeda sesuai dengan unsur unsur nada yang membentuknya.

Untuk mempermudah membaca Akor pada sebuah tablatur, perhatikan dan hafalkan keterangan keterangan berikut ini;

Lambang Akor

M       : Mayor

m       : Minor

Dim(0): Diminished

7 : Dominant Seven

Aug/+ : Augmented

Sus     : Suspended

Kode jari tangan kiri; jari jari yang digunakan untuk menekan unsur nada sebuah Akor

1 : Telunjuk

2 : Jari tengah

3 : Jari manis

4 : Kelingking

Tanda Kromatik

b: Nada diturunkan setengah nada, dibaca Mol atau Plat.

#       : Nada dinaikkan setengah nada, dibaca Kruisatau Sharf.

Tanda pada Senar

Kotak hitam            : Nada dasar (Root).

Lingkaran               : Senar dibunyikan tanpa dipijit.

Lingkaran hitam      : Senar dibunyikan dengan dipijit.

Tanda silang           : Senar mati, tidak dibunyikan (Dead String).

Angka Romawi; (I, II, III, IV, V dan seterusnya) menunjukkan kolom gitar.

Penggunaan akor pada sebuah lagu harus disesuaikan dengan nada nada atau melodi lagu yang akan dimainkan. Biasanya, seorang pemula akan menghadapi kesulitan mencari akor yang sesuai dengan nada atau melodi sebuah lagu.

Untuk melatih keterampilan penggunaan akor pada tangga nada mayor, sebagai berikut;

1        2        3        4        5        6        7        1        :  Tangga nada

I        II       III      IV      V        VI      VII     VIII    :  Kode penggunaan akor

C        Dm     Em     F        G       Am     B        C        :  Jenis akor

 

Jika akor C, Dm, Em, F, G, Am, B0 dan C dibunyikan secara berurutan, akan menghasilkan nada nada yang sesuai dengan tangga nada C = do. Jenis akor yang digunakan sebagai berikut;

C        1        :  akor mayor

Dm     2        :  akor minor

Em     3        :  akor minor

F        4        :  akor mayor

G       5        :  akor mayor

Am     6        :  akorminor

B07        :  akor diminished

C        8        :  akor mayor

 

Akor pokokadalah akor yang selalu digunakan untuk mengiringi sebuah lagu. Pada tangga nada mayor diatas, yang termasuk kedalam akor pokok adalah akor I, IV dan V (C, F dan G). Buktinya akor C yang digunakan pada lagu lagu yang bernada dasar C = do, selalu disertaidengan akor F dan akor G.

Akor Bantudapat disisipkan untuk memperindah komposisi sebuah lagu. Akan tetapi, keberadaannya tidak mutlak. Penggunaan akor bantu disesuaikan dengan kebutuhan keindahan sebuah lagu.

Berikut ini akor Bantu pada tangga nada mayor dengan nada dasar C = do;

II       III      VI      VII     :  Kode penggunaan akor

Dm     Em     Am     B0        : Jenis akor

Untuk melatih keterampilan penggunaan akor pada tangga nada minor, sebagai berikut;

I        II       III      IV      V        VI      VII     VIII    :  Kode penggunaan akor

Am     BoC        Dm     Em     F        G       Am     :  Jenis akor

 

Jika akor Am, Bo, C, Dm, Em, F, G dan Am dibunyikan secara berurutan, akan menghasilkan nada nada yang sesuai dengan tangga nada Am. Jenis akor yang digunakan sebagai berikut;

Am     I        :  akor minor                    Em     V        :  akor minor

B0II       :  akor diminished             F        VI      :  akor mayor

C        III      :  akor mayor                             G       VII     :  akor mayor

Dm     IV      :  akor minor                    Am     VIII    :  akor minor

  ASal UsuL Gitar  

PERKEMBANGAN INSTRUMEN PETIK SEBELUM JAMAN RENAISANS

Model instrumen yang dipetik sebelum jaman Renesans (1450-1600) sangatlah beragam. Wajar saja kalau kita sering dibuat bingung oleh nama-nama yang berlainan untuk sebuah instrumen yang sama, atau sebaliknya, keaneka-ragaman instrumen yang berasal dari instrumen yang sama.

Kondisi ini ditunjang lagi oleh terbatasnya informasi yang tidak jarang berhias dongeng-dongeng maupun mitos-mitos. Sebagai ilustrasi dapat kita lihat pada kisah Apollo dan Hermes berikut ini. Alkisah Hermes mengambil sapi-sapi milik Apollo. Dalam perjalanan pulang Hermes melihat seekor penyu. Iapun menangkap dan mengulitinya serta mengambil tempurungnya. Pada tempurung itu diberi lubang dan ditancapkan sepotong kayu. Pada bagian rongga ditutupinya dengan kulit sapi. Terakhir, iapun mengikatkan usus sapi dari ujung potongan kayu ke ujung tempurung. Hermespun memainkan instrumen ciptaannya itu sambil bernyanyi. Syair nyanyiannya itu memuji kebaikan, kepintaran dan kemurahanhati Apollo. Apollo yang semula ingin menuntut Hermes untuk mengakui perbuatannya serta menuntut agar mengembalikan sapi-sapinyapun menjadi luluh. Iapun mengampuni Hermes. Mereka segera membuat perjanjian yang isinya Hermes boleh memiliki sapi-sapi itu dan alat musik buatan Hermes itu menjadi milik Apollo. Mungkin cerita ini hanyalah simbol dari alih budaya Creto-Helladis ke Indo-Eropa Yunani seperti penjelasan Graves. Kita sulit untuk melihat kisah ini sebagai asal usul instrumen lyra yang sebenarnya. Terlepas dari semua itu, kita tahu bahwa terdapat instrumen lyra pada bangsa Yunani kuno.

Sejarah Gitar
Gambar:Kissar, instrumen seperti lyra yang masih digunakan di beberapa tempat di Afrika Utara hingga sekarang.

Sejarah Gitar Sejarah Gitar
Ada yang menyebutnya Lyra, ada juga yang menyebutnya Khitara.

Ada juga dugaan dimana ide awal dari instrumen gitar berasal dari bunyi tali pada busur panah. Kemudian diberi kotak suara atau resonator agar suaranya lebih keras, selain tali (senar) yang ditambahkan. Alasan ini dapat dimengerti kalau kita melihat bentuk-bentuk instrumen berdawai kuno di bawah ini.

Sejarah Gitar Sejarah Gitar Sejarah Gitar

Instrumen tertua yang bentuknya mirip gitar terdapat pada objek arkeologi di Alaya Huyuk yang berasal dari tahun 1400 SM. Pada relief tersebut dapat dilihat seorang musisi Hittite sedang memainkan alat musik yang lebih mirip instrumen gitar daripada instrumen tanbur. Nama sesungguhnya tidak dikenal, karena itu sekarang hanya dikenal dengan nama gitar hittite saja.

Sejarah Gitar
Gitar Hittite

Sedang tanbur merupakan instrumen petik yang pada awalnya berkembang di Persia sekitar tahun 1400 SM. Instrumen ini memiliki badan seperti mangkuk dan papan suara yang terbuat dari kulit. Sebutan-sebutan lain untuk instrumen ini berdasarkan jumlah dawainya. Disebut setar jika berdawai tiga dan disebut chartar jika berdawai empat (‘se’ berarti tiga, ‘char’ berarti empat dan ‘tar’ berarti dawai).

Sejarah Gitar
Tanbur dari tahun sekitar 2500-1500 Sebelum Masehi

Sejarah Gitar
Tar dari Persia

Sejarah Gitar
Tanbur modern

Tanbur juga berkembang di Yunani sekitar tahun 300 SM. Sekitar tahun 300M bangsa Romawi mengembangkan tanbur model mereka sendiri dengan ide tanbur Yunani. Menurut Maurice J.Summerfield tanbur Yunani maupun Romawi merupakan instrumen yang berdawai empat (chartar). Tanbur Yunani dan Romawi ini dianggap sebagai kelanjutan dari tanbur Persia dan “gitar Hittite”. Seperti telah disinggung di atas, kata gitar dengan tanda kutip digunakan karena nama sebenarnya dari instrumen itu tidaklah diketahui.Tidak ada informasi nama pada relief di Alaya Huyuk.

Jadi perkembangannya kira-kira demikian:

Gitar Hittite —> Tanbur Persia —> Tanbur Yunani —> Tanbur Romawi

Tanbur Romawi ini selanjutnya berkembang menjadi guitarra morisca dan guitarra latina. Ilustrasi dari instrumen-instrumen ini dapat dilihat pada dokumen Cantigas dari Alphonso yang Arif, tahun 1270. Cantigas ini merupakan nyanyian puji-pujian bagi Perawan Suci serta mujizat-mujizatnya. Dari nama guitarra Morisca kita sudah dapat menduga bahwa gitar ini berasal dari bangsa Moor. Bentuknya seperti almond (biji dari sejenis buah persik), sedang bagian belakangnya seperti perahu terbalik. Papan jarinya lebar dan pada papan suaranya terdapat beberapa lubang suara.

Sejarah Gitar

Sejarah Gitar
Guitarra Morrisca Repro

Berlainan dengan guitarra morisca, guitarra latina mempunyai bentuk yang berkeluk kedalam. Bagian belakangnya rata, serta umumnya hanya mempunyai sebuah lubang suara pada papan suaranya.

Sejarah Gitar
Guitar Latina

Sejarah Gitar
Sebelah kiri guitarra Latina dan yang di kanan guitarra Morrisca

Dapat dilihat bahwa guitarra latina mempunyai bentuk yang lebih mirip dengan gitar modern. Walaupun diberi nama latina bukanlah berarti gitar ini berasal dari Roma, tetapi berasal dari laut Tengah. Hal ini tidaklah mengherankan jika kita ingat pada sebuah definisi dari abad ke 13:” Nama Latini diberikan kepada penduduk asli, ‘settlers’ asli dan kolonis di wilayah-wilayah yang telah diduduki oleh bangsa Barbar”. Dalam prakteknya guitarra latina digunakan untuk bermain iringan, sedang guitarra morisca untuk bermain melodi.

Sebelum kita lanjutkan dengan instrumen lainnya, ada baiknya jika kita menyinggung terlebih dahulu tentang asal-usul kata gitar. Dan dengan jujur haruslah diakui akan kesimpang-siurannya. Mungkin saja gitar berasal dari kata Ketharah atau Cetharah, alat musik dari bangsa Asyiria. Atau mungkin juga dari kata setar, sitar, cithara yang dapat diartikan sebagai instrumen berdawai tiga. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa gitar berasal dari kata chartar, instrumen yang berdawai empat. Salah satu hal yang menguatkan pendapat ini ialah kesamaan jumlah dawai antara chartar dengan guitarra morisca maupun latina. Guitarra morisca mempunyai empat dawai berganda sedang guitarra latina mempunyai empat dawai tunggal.

Kita juga harus berhati-hati untuk istilah-istilah seperti guitarra, guiterne, gitern dan sebagainya dalam konteks sebelum jaman Renesans. Istilah ini seringkali digunakan untuk instrumen yang pada jaman Renesans disebut mandora. Mandora merupakan instrumen lute yang ukurannya sangat kecil. Disisi lain, sebuah instrumen yang seperti gitar sering disebut viola, atau dalam bahasa Spanyol disebut Vihuela. Viola ini juga mempunyai arti yang umum, yaitu semua instrumen berdawai baik yang dimainkan dengan alat penggesek, dengan plectrum, maupun dipetik dengan jari.

Sejarah Gitar
Vihuela

Terlepas dari kesimpang-siuran asal-usul kata gitar, akhirnya pada abad ke 16 kata guitarra sudah meluas digunakan sebagai nama instrumen yang berdawai empat berganda di Eropa. Sudah tentu terdapat perbedaan-perbedaan kecil seperti guitarra di Spanyol, guiterne atau guiterre di Prancis, gittern di Inggris, chitarrino atau chitarra di Itali dan quinterna atau gitarre di Jerman. Seperti telah disinggung di atas, nama yang digunakan di Portugis cukup berbeda yaitu Violao.

Sejarah Gitar
Gitar zaman Renesans yang memiliki 4 dawai berganda

Instrumen petik lainnya yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan gitar ialah lute. Kita ingat bahwa pada tahun 711 bangsa Arab datang ke Spanyol untuk penyebaran agama Islam. Pengaruh bangsa Arab pada budaya spanyol umumnya, musik khususnya tidak dapat dikatakan kecil. Sekarangpun pengaruh Arab masih sangat terasa pada musik flamenco.

Bangsa Arab membawa alat musik yang mereka namakan al’ud, alat dari kayu. Ada kemungkinan penamaan ini merupakan upaya untuk membedakan al’ud dengan instrumen lainnya yang mempunyai papan bunyi dari kulit, seperti keluarga tanbur, ataupun badan yang terbuat dari labu air.

Sejarah Gitar
Al’ud

Ada kemungkinan bangsa Arab bukanlah penemu instrumen ini. Mungkin saja lute ini berasal dari tempat yang sama dengan “gitar hittite”. Pada salah satu relief itu juga menggambarkan seorang pemain lute (?) bersama-sama dengan sekelompok pemain sulap, termasuk seorang pemain ular, dua akrobatis dan ada seorang lagi dengan monyetnya. Kalaupun kita mau jujur, instrumen yang dipegang musisi itu lebih mirip dengan bentuk jam pasir selain mempunyai tujuh buah fret.

Hal yang lebih pasti bahwa di Mesir pada jaman Hyksos terdapat instrumen yang sangat mirip dengan lute. Instrumen yang dikenal dengan sebutan nefer ini memegang peranan penting dalam kehidupan musik di sepanjang sungai Nil itu. Dengan ditemukannya beberapa contoh asli di kuburan mesir, maka sekarang kita dapat mengetahui konstruksi instrumen ini dengan lebih pasti.

Bangsa Yunani mengenal instrumen seperti lute dengan sebutan pandoura atau pandouros. Kemungkinan kata pandoura berasal ini berasal dari kata pan-tur (gesek-kecil). Instrumen yang diimpor dari Asia Barat ini akhirnya mengalami pergeseran-pergeseran nama maupun ujud. Dari pan-tur menjadi pandoura, pandouros, pandore, mandore, mandora, mandola, vandola dan sebagainya. Sekarang kita masih dapat melihat “keturunannya” yang disebut mandolin maupun bandurria di Spanyol. Gambar di bawah ini hanyalah salah satu variannya saja.

Sejarah Gitar

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen lute tidak hanya dimilki oleh bangsa Arab saja.Di sisi lain, andil bangsa Arab tidaklah kecil dalam memperkenalkan instrumen lute yang pada akhirnya menyebar di seluruh Eropa.Seperti nama gitar, nama lute juga mengalami perubahan-perubahan kecil seperti misalnya laud di Spanyol, laute di Jerman, Liuto di Itali Lute di Inggris, luth di Prancis dan alaude di Portugis.

Nantinya, pada jaman Renesans lute menjadi alat petik yang utama di dataran Eropa, kecuali di Spanyol. Tidak berkembangnya lute di Spanyol kemungkinan besar akibat dari usaha Spanyol dalam mengikis pengaruh-pengaruh budaya Arab saat itu. Ada gejala yang menarik dimana instrumen vihuela (viola) yang memiliki banyak kesamaan dengan lute (kecuali bentuknya) berkembang secara pesat sekali di Spanyol. Instrumen ini seakan-akan menjadi instrumen tandingan untuk lute.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: